They're mine

Agustus 12, 2012

Untuk seseorang yang mungkin tidak akan pernah membaca tulisan ini

Aku bosan ketika bangun pagi hari hingga tidur malamku diisi pertengkaran kecil dan bahkan pertengkarang yang cukup besar. dimana dia selalu ingin jadi pemenang, dimana dia selalu ingin jadi aktor utama. sementara aku, hanya pemain figuran yang tidak berhak melawan, posisiku hanya seseorang yang pasif yang mencoba mengerti semua perlakuannya walaupun ada banyak gejolak untuk dilawan.

Masalah komunikasi, masalah perhatian, masalah waktu, dan masalah-masalah lainnya yang selalu terlihat besar. memang aku ini tempat sampah, "tempat" dimana dia menumpahkan segala kekesalan dan amarahnya saat ia merasa lelah dengan dunianya? apa dia tak pernah berpikir bahwa aku sama seperti dia, yang juga punya perasaan? apa dia tau, bahwa menjadi aku bukanlah hal yang mudah?

Rasanya, sehari seperti sebulan lamanya. seringkali aku terdiam melihat semua mengalir tanpa persetujuan dan keinginanku. seringkali aku ingin lepas, tapi aku merasa jeratan itu masih terlalu kuat. aku lelah dimana hanya ada satu orang yang berkorban demi satu orang lainnya. dimana hanya ada aku yang berlelah sendirian hanya untuk menjaga sesuatu yang seharusnya kulepaskan.

Dan, untuk kamu, ya kamu! laki-laki yang dulu pernah sangat kucintai dan kukagumi sebelum kamu bertemu dengannya. jujur, aku merindukanmu. merindukan sosok dewasa yang dulu pernah menopang dan menegakkan langkahku. aku merindukan suaramu yang dulu menelusup lembut ke dalam telingaku. aku merindukan sosok sederhanamu dengan tinggimu 168cm itu. sekarang, aku tau bagaimana rasanya bila tidak ada kamu yang mengisi hari-hariku. sekarang aku tau rasanya jika saat bangun pagi tak ada sapamu di inbox atau blackberry messengerku. aku benar-benar kehilangan sosokmu. aku benar-benar takut kehilangan sebagian dari diriku saat aku juga kehilangan kamu.

Ingin rasanya kembali ke masa lalu, ketika masih ada kamu, ketika aku masih bisa tersenyum saat bangun pagi hingga tidur malamku. saat kamu menganggapku lebih dari teman, saat ungkapan rindumu masih sering kudengar dari bibirmu, saat kehadiranmu bagai aktor drama yang kutunggu-tunggu kehadirannya. aku masih saja sering memperhatikan nomor handphone dan kontak blackberry messengermu, menimbang-nimbang apakah aku harus mengirim pesan terlebih dahulu atau aku saja yang menunggumu? ah... tapi kamu terlalu sibuk, bahkan untuk sekedar chat atau sms apalagi menanyai kabarku.

Setelah kuputar kembali rekaman otakku yang berisi tentangmu, aku mencoba untuk kembali mengingat kesabaranmu saat menghadapiku, aku mencoba mereka-reka kembali ucapanmu saat menenangkan amarahku, aku mencoba mengintip kembali usaha-usaha yang kau lakukan agar hubungan kita tidak berjalan ditempat. bayanganmu berputar-putar di otakku, suaramu menusuk-nusuk telingaku. aku benar-benar kecanduan kamu, aku benar-benar kecanduan masa lalu. aku semakin sadar, bahwa tidak ada seorangpun yang bisa membuatku merasa berarti dan luar biasa selain kamu. aku semakin yakin bahwa kamu adalah seseorang yang berusaha memperbaiki kesalahanku agar aku menjadi seseorang yang baru. kamu menerimaku, lalu menjaga perasaanku, dia menerimaku tapi berusaha merusak perasaanku.

Kali ini, aku tak merasa kantuk sama sekali, rasa kantuk itu benar-benar berarti sampai aku bisa menuliskan ini, sampai aku menikmati hadirmu lewat tulisanku ini. aku menyesal kenapa semua hal-hal indah seringkali tidak bisa terulang? aku frustasi. aku kebingungan. aku butuh hadirmu. aku butuh kata rindumu. dimana kamu? kau tahu? sejak kemarin aku mencarimu! 

untuk seseorang yang mungkin tidak akan pernah membaca tulisan ini...

created by dwitasari, diketik ulang dan diperbaharui oleh Fitrie Amalia Dewi. Real.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar